Sabtu, 19 Mei 2012

Move On

Setelah rasa ini mati.
Bisakah ia tumbuh kembali?


Sebagai makhluk sosial, kita pasti sering bersama-sama dengan orang lain.

Kebersamaan tersebut diawali oleh sebuah pertemuan yang sedemikian rupa diatur oleh alam semesta dan rahasianya. Dari jutaan yang ada, kita dipertemukan dengan orang-orang tertentu. Kita ga bisa milih mau ketemu dengan siapa, sebesar apapun usaha kita, peraturan ini ga bisa diubah.

Dari sekian orang yang dipertemukan dengan kita, terselip satu yang dekat.

Walau tidak selalu berada di sampingnya, kita sering berada bersamanya. Membagi sebagian waktu hidup untuk bersama. Sehingga muncullah sebuah kesan. Kesan yang ngga bisa diperoleh dari orang lain. Tapi, kadang-kadang kita belum bisa merasakannya. Kita pun terus hidup bersamanya dengan kesan yang masih duduk diam di dalam diri kita.

Hal yang paling buruk adalah di saat orang tersebut tidak merasakan kesan yang sama.

Tiba-tiba orang itu dibawa pergi orang lain. Orang yang tidak kita kenal. Orang yang belum lama bertemu dengannya. Orang yang semestinya belum punya kesan yang sama. Dia direnggut dari kita.

Pada saat itu kesan dalam diri kita muncul ke permukaan.

Kesan mengetuk hati kita, memberitahu bahwa dia ada. Sayangnya hati kita yang sedang lemah menjadi sedikit rusak karena ketukan kesan tersebut. Seketika kita merasa sakit, tetapi  sakit itu tidak dapat disentuh.

Semenjak itu, beberapa hal menghilang. Nafsu makan, rasa kantuk, dan sedikit kebahagiaan. Pikiran kita dipenuhi berbagai hal tentang dia. Kita baru sadar betapa rupawannya dia. Kita baru sadar betapa berartinya tiap detik yang kita jalani bersama. Kita baru menyadari keberadaan kesan tersebut. Suatu rasa yang sudah lama terpupuk dan terpendam, baru sekarang tumbuh di saat orang yang memberikan kesan tersebut pergi.

Kita pun akhirnya sadar, betapa bodohnya diri kita yang terlambat menyadari rasa tersebut.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Kita cuma duduk diam, termenung dengan headset terpasang di telinga. Kita ngga tau harus berbuat apa. Sampai tiba saat ketika orang tersebut sudah bebas.

Kita kembali tersenyum lebar. Tapi kita berpikir; orang itu tidak punya rasa yang sama. Rasa yang ada di dalam kita pun sudah berubah. Walau terkadang rasa tersebut kembali menguat, kita sadar bahwa kita tidak bisa mendapatkannya tanpa kesan yang sama di antara kita berdua.

Sakit, memang.

Kita berhenti berharap dan mulai menghapus kesan itu perlahan. Penghapusan ini memakan waktu yang tidak sebentar. Rasa yang kadang menguat menjadi tantangan. Sampai pada akhirnya kesan itu menyerah, dan keluar dari hatimu. Jatuh ke lantai, mati di tengah jalan.

Dia, sekarang menjadi orang yang biasa saja. Tanpa kesan, semua rasa sakit menjadi sebuah kenangan. Walau sedikit menyesal karena akhirnya kamu sadar bahwa dia punyan kesan yang sama. Tapi rasa itu sudah lama hilang, sudah lama mati. Menghitam.

Di tengah jalan kita pun berandai-andai, bisa kah rasa itu datang kembali?

"Now I have realized, the reason why I live in this world even you have left me here alone", - New World, Charice


That's all.

4 komentar:

  1. kerasa banget..
    semoga cepat move on, semangat. gue juga :(

    BalasHapus
  2. Akhirnya ada postingan baru ,, dan sangat dalam maknanya.
    Semangat buat move on nya, jangan sampai jadi bahan si Anu dalam acara Gagal Move On ^^v

    BalasHapus
  3. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe