Minggu, 15 Mei 2011

Over Anxious

Khawatir terhadap orang lain itu refleksi rasa sayang
Tapi, kalau berlebihan, agak mengganggu

Ehm.
Akhir-akhir ini gue sering banget khawatir. Eh, dari dulu deh, tapi kian hari kian meningkat. Mulai dari masalah pribadi yang sepele, hingga teman dan beberapa orang lainnya yang bermasalah. Tetapi saya lebih khawatir akan keadaan orang-orang yang saya khawatirkan ketimbang masalah saya sendiri. Entah kenapa, tiap kali mereka punya masalah, saya seolah tidak concern dengan diri sendiri. Itulah sebabnya terkadang ada yang paksa saya untuk jadi orang egois.

Tetap, ketika saya ingin menjadi orang yang cuek, saya berakhir dengan rasa khawatir yang sama. Kekhawatiran saya ini ngga cuma disebabkan oleh keadaan satu orang saja, namun disebabkan oleh beberapa orang lain yang layak saya khawatirkan. Sampai pada akhirnya, saya malah tenggelam dalam kekhawatiran tersebut. Dan saya kurang bisa mengendalikannya.

Memang, masalah mereka adalah urusan mereka, dan tidak seharusnya saya nimbrung ngurusin masalah mereka. Tapi saya sebagai orang yang (menganggap) dekat dengan mereka, saya ngga bisa diam walau mereka sudah bilang "Ngga apa-apa kok." "Bisa gue urus sendiri." atau bahkan "Ini bukan urusan lo.". Saya ingin masalah mereka selesai. Sebab hanya pada saat itulah saya bisa merasa damai.

Well, saya nyadar banget kalau sifat saya yang mau tahu urusan orang lain itu jeleknya keterlaluan. Saya memang tidak berhak untuk mengurusinya, mungkin juga saya emang ngga akan terlalu membantu. Tapi apa boleh buat, saya sudah terlanjur menganggap mereka berarti dalam hidup saya. Bukan karena saya takut dibilang sebagai orang yang cuek, tapi saya ngga pengen mereka mengalami hal yang buruk. Itu aja.

Mungkin, saya harus mulai kurang peduli terhadap sekeliling saya agar saya sendiri juga selamat dari kekhawatiran yang mengganggu dan berhenti mengganggu urusan siapa-siapa. Mungkin juga, saya harus menanamkan suatu keyakinan pada diri saya bahwa kepedulian itu sia-sia. Atau, adakah hal lain yang harus saya lakukan?


That's all.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe