Senin, 29 November 2010

Kecoa. Relevansinya dengan anak SMA.

Kecoak, mahkluk kecil yang disegani banyak orang.
Serangga kecil ini berhasil menggegerkan kelas. -_-a

Kenapa gue tulis "disegani"?
Well, sebelumnya pasti udah pada tau, kalo kecoak punya beberapa kelebihan.
1. Ga terpengaruh radiasi. (kalo ada ledakan nuklir, katanya dia bakal selamat)
2. Bisa hidup 1 minggu headless. (hebat, keterlaluan)
3. Di otaknya, terdapat antibiotik. (baca aja nasional.kompas.com)

Bagi kalian, yang ngga tau kecoak kaya gimana, here's the picture:
pendapat pribadi: well, ga bisa dibilang imut sama sekali

Lanjut ke relevansinya, sesuai dengan judul hari ini.

Hari ini, tepatnya sekitar 10 jam sebelum entri ini gue post, ada kecoak yang nangkring depan pintu. Ketua kelas gue (here!), ngambil kecoak, dengan penuh rasa sayang demi tuan Hsv. Kecoak itu dikurung di semacam tempat penghapus papan tulis. When Mr. Hsv came, with no doubt, he (unluckily) lifted the tempat penghapus, and the roach was free. Seperti biasa, tuan Hsv langsung lari pontang-panting, lalu mengacung-acungkan tongkat sapu sambil mengancam ataupun merengek.

Hal ini memang biasa terjadi di kelas jika ada kecoa. Atlit Taekwondo itu pun segan kepada kecoak itu. Katanya sih, gara-gara dulu pas dia lagi tidur, ada kecoa yang menjelajahi tubuhnya. -_-''''

Ada juga Arfan, anak PMR, cowok, dan segan dengan kecoak.
Tadi siang gue sama Sulika puas ngelemparin kecoak ke punggung dia. Bodohnya, dia bukannya kabur, malah stay stunned di deket TKP.

Gue pun heran.
Well, sebagai cowok, mestinya ga segitunya. (walaupun sebenernya gue juga agak sedikit takut)
Kalau cewek yang takut, itu sih (katanya) wajar.
Dengan hal ini, gue bener-bener heran. Lalu gue mengamati semuanya. (dengan gaya seperti ini).
Memang kurang penting sih, tapi ada baiknya jika kita mulai menghapus trauma/atau rasa takut kita, dengan menghadapinya. Memang berat, tapi efektif.

Lalu gue kaitkan dengan masalah anak SMA pada umumnya.
Banyak yang suka pakai istilah "trauma cinta".
Well, gue sendiri emang agak anti untuk menggunakan istilah tersebut, however gue pengen ngebahas sedikit.

Trauma cinta dapat dilihat gejalanya baik secara langsung maupun tidak.
Contohnya status ataupun tweet penderita yang gentanyangan di jejaring sosial.
ex: 
"Gue ga mau lagi... sakit rasanya TT_TT" < ini tipe-tipe yang agak kebawa emosi
"Cowok itu semuanya ga bisa dipercaya" <ini tipe-tipe yang udah emosi, dan cuma mau nyalahin pihak lain

Sebenernya, menurut analisa gue. Dan gue juga sempet nyari referensi dan voting dari beberapa sumber dan orang-orang yang bisa gue percaya. Ternyata, kalau saat kita sedang sedih "gara-gara cinta" kebanyakan adalah hasil pemikiran kita sendiri.

Gini, kalau lagi broken atau sakit hati, sebenernya kalau kita mikir 2 kali, dengan cara mengalihkan sedikit perasaan dengan logika sesaat, kita ga bakal sakit hati lagi.

Well, disiplin ilmu gue emang ga memungkinkan gue untuk bisa dibilang kompeten dalam hal ini.
Yang penting gue udah menyampaikan sedikit pemikiran gue (yang kemungkinan besar ga berguna) bagi dunia kita.

Salam hangat

Death Sentence Wyvern

That's all.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe