Rabu, 23 Februari 2011

Mingling Words

Today is gonna be about TO and something I feel.
And, etc.

Ok, semua dimulai dari TO. Hari ini gue TO Bahasa Indonesia dan Ekonomi. Entah kenapa semalam sebelumnya, gue bener-bener niat untuk belajar. Belajar cuma 1 jam, tapi gue ngerasa puas banget. Well, skip ke hari ini.

Pagi ini, sesuai dengan kata beberapa teman gue, kita bakalan butuh kopi dan beberapa roti atau biskuit untuk menghadapi pelajaran pertama. Yap, kita bakal baca koran. Entah kenapa, tapi dari dulu kertas soal Bahasa Indonesia selalu terluas. Dan sangat repot untuk membolak-balik, melipat, dan mengaturnya agar nyaman dipakai.

Lalu pelajaran kedua, ekonomi. Belum sampai 10 menit guru memberikan soal, ketua kelas gue pun menyatakan kepada dunia bahwa dia mempunyai bakat lebih. Selain bakat menjatuhkan diri, dia juga bakat merusak barang. Well, dia bermaksud untuk membuka soal ekonomi, tapi karena tangannya yang entah begitu kuat atu syarafnya yang bermasalah, kertasnya robek selebar-lebarnya kurang dari 1 detik. 

Pengawas kelas gue pada saat itu pun terkesima sebisa-bisanya saat melihat dahsyatnya robekan. Beberapa saat setelah memberikan kertas soal yang baru, guru sejarah kami yang selaku pengawas pada waktu itu pun berkata: "Bud, lo dendam sama Pa Sedyo? Sampe robek begini".

Dan ketika pulang, gue baru menyadari. Betapa cerdasnya Kevin. Well, dia cuma makan cireng, tapi itu cukup untuk menjelaskan semuanya.

Jadi, beberapa tahun di sekolah, Surat Tanda Tamat Belajar kami hanya dijadikan bungkus cireng buat KEVIN??? /pingsan/

***

Sekarang waktunya gue, menyatakan sesuatu.
Ok, akhir-akhir ini gue sering galau. Dua hari diem di kelas tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut gue. Well, mungkin beberapa kata keluar. Gue bener-bener galau. Ok, gue ngaku, gue ga tau apa artinya galau, tapi menurut analisa gue, galau itu seperti bingung dan terkesan lagi sedih. (Analisa setelah ngeliat si mba galau).

Dan akhirnya gue tau. Penyebab kegalauan itu.
Ternyata gue suka banget sama seseorang. Someone who is not at school. Gue sering banget mikirin dia, dst dst tentang dia. Well  itu cheesy banget. Gue tau, gue ga bakal bisa bilang ke orangnya. Ga, ga bakal.  Karena gue tau, kalo gue bilang, itu cuma bakal merusak segala sesuatunya. Lebih baik gue suka sama dia secara diam-diam, gue takut kalo gue bilang, semuanya bakal berantakan. So, let's just keep this in my mind :/

Bagi lo, yang gue suka. Gue ga tau mau ngomong apa. Tapi gue suka sama lo.

That's all

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe