Selasa, 01 Maret 2011

Mingling Words III

Hey humans,
Let's just skip the formalities.

Sebenernya hari ini gue pengen ngepost sebuah, ah mungkin beberapa gambar yang agak, mengganggu. Yeah mengganggu. Mungkin gambarnya ga akan mengganggu orang yang melihatnya, except objek yang ada di gambar tersebut. Setidaknya gue masih oh-so-baik. Tapi, bagi anda, yang merasa terancam dengan gambar ini, anda bisa tenang hari ini. Setidaknya hari ini LOL, and LMAO.

***

Semua diawali dengan hujan di pagi hari.
Gue berangkat dengan jaket hitam gue. Gue naik angkot. Semuanya terasa dingin. Memang, habis hujan. Jalanan becek, dan masih agak gerimis. Gue liat, anak SD itu masih tetap jualan di depan pabrik walau pagi-pagi ini masih dingin banget. Oleh supir angkot, gue sempet dikira sebagai orang dewasa. Untuk beberapa detik, dia ngeliat celana gue dulu, baru tambahin kembaliannya.

Di jalanan dari Kranggan hingga sekolah, ga ada yang spesial. Tetap seperti biasa, gue kalo pake jaket, pasti selalu diliatin sama anak SMP atau SMA yang dibawah gue. Mereka semua cewek. Gue turun angkot, dan mereka ngeliatin. Gue ignore mereka, toh memang seharusnya LOL.

Gue lepas jaket gue di gerbang sekolah. Mematuhi peraturan: ga boleh pake jaket di sekolah. Lalu gue jalan ke dalam, sebentar gue membalikkan badan gue dan ngeliat seorang guru turun dari mobil. Gue lanjut jalan. Semuanya masih agak gelap dan sepi, tapi gue udah terbiasa. Gue nyempetin buat pura-pura memimpin orkestra, gue setel lagu William Tell Overture. Berusaha untuk memberi semangat untuk diri.

Tapi dinginnya pagi, menggagalkan usaha gue.

Gue jalan keluar, dan ketemu si Iqma seperti biasa.
Waktu pun berlalu. Matahari udah bisa menyorot sinarnya ke tanah. Tapi tetep dingin. Pelajaran MTK dan Bahasa Sunda, masih tetep dingin. Walau suasananya hangat. Setelah dua pelajaran itu, kami naik ke lantai 3. Listening bahasa Inggris.

Gue tambah kedinginan dengan sorotan kasih sayang dari AC lab bahasa. Dengan sedikit kesal, sekali lagi kepada kurcaci, gue ngerjain soal ulangan listening dengan agak santai. Sebelum keluar untuk gantian, guru kami yang cantik walau agak narsis, ngasih kertas lyric lagunya Bruno Mars, Just the Way You Are. Sebuah lagu yang belum gue ketahui.

Lalu gue ke balkon lantai 3. Gue liat gunung yang diselimuti awan. Mba membolehkan gue untuk mengetahui tentang lagu itu. Dia ngasih headset sebelah kirinya, seperti biasa. Lagu diputar. Dan gue suka lagu itu sambil ngeliatin gunung. Thinking of some persons, and a person.

Lalu kami masuk lagi ke lab.
Disana kami ngedengerin lagu itu. Dan disuruh nyanyi lagu itu, untuk refreshing karena selama ini kami udah ngikutin TO 1 + ujian praktek yang melelahkan jiwa. Bruno Mars mulai bernyanyi dari speaker. Gue ga tau mesti bilang apa, tapi gue benci sama dia. Betapa bencinya gue kepada Bruno Mars. Karena dia udah menyanyikan lagu itu dengan sangat baik, I can feel his passion in this song.

Betapa noraknya gue, sudah tanggal segini baru ngedengerin lagu itu. Norak. Tapi gue ga nyesel.
Lebih baik terlambat dengerin lagu ini daripada ngga bisa ngerasain lagu ini.

Well, lagu itu buat cewe, tapi gue ngerasa kalo gue pengen ngucapin itu kepada seseorang, atau beberapa orang.

Di tengah udara yang dingin, suara si Bruno Mars masih mengiang-ngiang di memori gue. Walau gue lagi ngobrol tentang occultism sama Sulika dan Rani. Tiba-tiba gue dapet sms dari cewe gue, dan gue bales. Untungnya Pak Sedyo lagi rapat, jadinya gue masih bisa ngerasain lagu itu. Walau tanpa mendengarkannya lagi.

Thanks Ma'am Elis.

***

Lalu sorenya gue ikutan Ujian Praktek Jepang. Gue belajar sesuatu dari ujian itu.
"Yang penting kejujurannya, bukan nilai"
Bisakah ini terwujud? Setidaknya dalam diri gue sendiri? Who knows? Gue harus bisa nyoba. Sensei dan pak Sedyo udah ngajarin gue hal itu. Kita ga perlu nilai untuk lulus ke kehidupan masyarakat, tapi kita perlu kejujuran dan keuletan.

Dan gue inget kepada dia, yang jauh disana.
Maaf, gue belom bisa nyisihin uang buat pergi ke Jasinga T_T /panik/


That's all

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe