Minggu, 24 April 2011

Mingling Words VII

Ah, postingan kedua
Diam sejenak sambil dikonsumsi nyamuk kadang menguntungkan

Ok, sebenernya gue ga tau mau nulis apa. Tapi daripada gue bosen nungguin abang gue buat gantian pake komputer, mendingan gue ngebacot beberapa hal yang ngga terlalu penting bagi kehidupan siapapun, termasuk gue sendiri, sang penulis entri hari ini.

Berhubung gue anak IPS, mungkin gue akan bawa-bawa beberapa istilah pelajaran khas jurusan IPS. Mungkin ini bisa membantu adik-adik calon kelas XII suatu saat nanti, terutama dalam pelajaran sosiologi.

***

Kita mbacot tentang Penyimpangan Sosial.

Coba deh, lo keluar pagar. Lihat sekeliling. Kalau lo udah tau definisi dari penyimpangan sosial, maka lo akan menemukan penyimpangan yang terlalu banyak di sekitar kita. Contohnya di sekolah. Banyak banget anak-anak yang mulai menyimpang, bahkan dihadapan gurunya.

Kasus 1:
Budi dan Mahdi meminta izin kepada guru untuk pergi ke belakang. Sang guru pun memperbolehkan. Tapi pada akhirnya, di depan pintu yang masih terbuka sehingga sang guru menyaksikannya, Budi dan Mahdi bukannya mengarah ke kamar mandi, malah ke kantin. Karenanya, sang guru pun ngamuk di kelas. Kapur papan tulis pun habis dimakannya.

Q: Apa yang salah?

Jawab: Well, tiada yang salah di dalam kasus ini. Memang sebenernya kalau lagi jam pelajaran, kita ngga boleh pergi ke kantin. Walau ngga ada gurunya sekali pun. Namun, kenapa disini mereka sebegitu beraninya? Salah gurunya sendiri, kenapa dia mengizinkan Budi dan Mahdi untuk pergi ke kantin.

LHO?

Bingung? Sebenarnya jika kamu belajar Geografi dan bahasa Indonesia dengan cukup baik, maka kamu akan mengerti semuanya. Coba pikirkan. Tidak semua toilet berada di belakang sekolah dan tidak semua kantin berada di samping sekolah.

Maka, kesimpulannya adalah:
- Toilet ada di samping
- Kantin ada di belakang
- Budi dan Mahdi tidak bisa disebut sebagai sebuah penyimpangan karena gurunya sudah mengizinkan.
- Sang guru ga boleh marah

Kasus 1 selesai.

...

Lanjut ke Kasus 2:
Salah satu penyebab penyimpangan sosial adalah sosialisasi tidak sempurna. Sosialisasi tidak sempurna terjadi saat ada dua (atau lebih) media sosialisasi memberikan sosialisasi/informasi yang berbeda/bertolakbelakang. Contohnya: Ali, seorang pelajar yang ngga terlalu beken tapi agak ababil. Di sekolahnya, anak yang berwajah suram ini diajarkan untuk tidak merokok, tapi di rumah anak ini, tiada satupun yang mau repot-repot melarangnya merokok. Akibatnya Ali, karena kurang kerjaan, dia memilih untuk merokok.

Q: Apakah orang yang bau ketiak bisa disebut sebagai pelaku penyimpangan sosial?

Jawab: Bisa, sangat bisa.

Kenapa?

Perhatikan percakapan antara gue dan Asha.

Gue lagi ngobrol tentang suatu hal sama Asha beberapa waktu lalu sebelum UN. Kami, entah kenapa tiba-tiba membicarakan tentang keringat dan deodoran. Kalo ngga salah, percakapannya begini:
- Asha: Dat, lo pake deodoran apa?
- Gue: Gue ga pake ...-nyeritain alasan-... lagian kata nyokap gue, gue ngga bau ketek kok /yakin/
- Asha: Ah, elonya aja yang ngga nyium /nutup hidung/

Lalu, apa yang bisa disimpulkan?

Bisa dilihat, disini terdapat dua agen sosial yang mempengaruhi gue. Nyokap dan Asha.
Nyokap gue berperan sebagai agen sosialisasi primer, yang disebut Keluarga. Sedangkan Asha adalah yang sekunder, Teman. Oleh agen sosialisasi Keluarga, gue diajarkan bahwa "Gue ngga bau ketek", sedangkan oleh Asha, gue diajarkan bahwa "Gue bau ketek, tapi ngga nyadar". Well, karena keduanya bertentangan, akhirnya gue harus memilih salah satu, dan karena bingung, kemungkinan besar gue bisa salah pilih.

Di situ terlihat. Bahwa sebenernya gue itu bau ketek. Tetapi karena keluarga gue ngga ada yang protes, makanya gue memilih untuk berpedoman pada satu kalimat: "Gue ngga bau ketek". Padahal seharusnya gue mengaku dosa gue dan bertobat demi kedamaian dunia

Kasus 2, ditutup.

***

Well, gue tau kalau tulisan gue yang ini, sangat-sangat kurang berguna. Padahal seharusnya gue ngga perlu dan tidak boleh menuliskan akan hal ini. Tetapi apa boleh buat, namanya juga orang iseng. Dan karena komputernya mau dibajak sama abang gue, sebaiknya gue berhenti menambah-absurd-kan entri hari ini.

That's all

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe