Rabu, 04 Mei 2011

POSER FACE

Barang tiruan, biasanya kualitasnya ngga bagus
Bukan begitu?

Ok, hari ini gue mau langsung bicara tentang salah satu yang lagi hal yang sebenarnya sudah lama terjadi. Hal ini terjadi di banyak jejaring sosial, contohnya Facebook, Friendster, dan Twitter. Ataupun di tempat lainnya. Hal ini mungkin menguntungkan bagi beberapa pihak, tetapi kadang sangat merugikan pihak lain atau membuat pihak lain merasa tidak nyaman.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi?

Banyak orang yang suka pakai foto seseorang (misalkan artis), lalu mengisi informasi dan foto-foto serta nama seolah-olah dia adalah orang lain. Lalu bertingkah seolah dia adalah orang itu. Dan terkadang ada yang melakukannya untuk mencemarkan nama baik orang itu, atau sebaliknya, hanya iseng aja gara-gara kalau pake nama sendiri ngga terkenal.

Dan ada yang lain.

Ada sebuah akun misalkan di facebook. Akun ini milik A. Pada suatu hari yang tenteram dia sedang browsing sana-sini. Sampai akhirnya dia menemukan akun milik B, yang serupa tapi tak sama. Maksudnya? Namanya beda tetapi, profile picture-nya sama. Persis. Atau mungkin serupa dengan milik A. Hebat.

Di luar negeri, mereka disebut sebagai "Poser".
Apa itu Poser?

I got it from urbandictionary.com

Well, biar gue bacain:
Poser adalah:
1. Orang yang berpura-pura menjadi seseorang (yang padahal bukan dia)
2. Orang yang mencoba mirip tapi dengan berlebihan

Poser atau peniru adalah orang-orang yang menggunakan identitas orang lain untuk tujuan tertentu. Tetapi yang gue bicarakan di sini bukan mereka; para cosplayer dan impersonator yang melakukannya karena memang itu pekerjaan mereka atau karena hobi.

Lalu, kenapa gue membicarakan hal ini?

Well, ini bermula dari tweet orang yang gue follow di twitter, sebut saja "A". Dan dia bilang bahwa di facebook ada "B" orang yang memakai foto dia dan "C" yang menggunakan foto dan bahkan  nama dia juga, walau diubah sedikit agar seolah terlihat itu merupakan akun kedua milik "A", ex: "A part. II". (Mungkin kalian sudah banyak yang melihat nama akun facebook yang seperti itu, dan yeah gue juga tau kalau banyak orang yang memiliki dua akun atau lebih menggunakan nama seperti itu). Memang gue pernah ngelihat akun si C tersebut dan gue kira itu milik A, tetapi ternyata bukan.

Ok, selama ini gue kira, hanya artis atau orang populer aja yang punya poser dimana-mana. Tetapi ternyata ada juga orang awam (read: ngga terkenal) yang memiliki poser. Maksudnya punya poser itu, well ada yang niruin. Dan misalkan ada yang meniru kita, apa untungnya dan apa ruginya bagi kita?

Ok, menurut observasi gue selama ini, hasilnya demikian:

Keuntungan:
1. Kita jadi terkenal

Kerugian:
1. Nama baik kita akan rusak jika tujuan si poser tersebut adalah menjelek-jelekkan kita karena kebencian.
2. Kalau poser itu menggunakan foto (atau yang lainnya) milik kita untuk sebuah kasus kriminal (ex: penipuan), maka kita akan dijadikan tersangka oleh korban poser tersebut.

Sebenernya masih banyak, tetapi gue baru berani nulis segitu saja keuntungan dan kerugiannya.

Well, gue tau, ngga semua poser itu negatif, gue tau kalau ada yang jadi poser untuk tujuan positif. Karenanya gue cuma mau ngasih tahu kalau disini gue cuma ngomongin poser yang negatif.

***

Karenanya, gue pengen bilang beberapa hal kepada kalian yang mungkin sudah melakukannya atau baru saja ingin melakukannya.

Pertama kepada poser yang cuma ingin tenar. (Bukan cosplayer atau impersonator atau yang lainnya, yang melakukannya untuk yang positif. Ex: professionalitas dan hobi. Ini cuma bagi yang ngerugiin aja).

Gue agak bingung kepada kalian. Ok, kalian ingin jadi terkenal, punya banyak temen dan mendapat keuntungan lainnya. Tetapi, haruskah kita menjadi orang lain untuk terkenal? Haruskah kita menggunakan identitas orang lain? Emangnya, kalau kita jadi orang lain, apakah orang-orang mengenal kita sebagai diri kita sendiri? Apakah dengan menggunakan identitas orang lain, orang tersebut akan menyukai kita sebagai diri kita sendiri?

Gini ya.

Coba pikir. Kalau setiap harinya lo pake topeng. Lo bisa menarik perhatian semua orang dengan mudah. Lo jadi terkenal karena topeng itu. Lo dipuja oleh mereka semua. Tapi, kalau topengnya lo lepas. Apakah mereka akan mengenal lo? Apakah lo dianggap sama seperti saat lo menggunakan topeng itu? Ngga. Karena mereka hanya mengenal orang-yang-memakai-topeng, bukan lo, orang-yang-di balik-topeng.

Jadi berhentilah menggunakan topeng. Apa gunanya lo memiliki nama dan kelebihan di dalam diri lo kalau lo selalu pengen jadi orang lain?

...

Kedua, untuk kalian yang tujuannya merugikan orang lain.
Okelah kalian ngga suka sama seseorang (atau kelompok), tapi emangnya harus dengan cara begini? Pakai cara yang ksatria dong. Yeah, gue tau kalau jadi poser itu jauh lebih efisien dalam merusak nama baik seseorang, tapi sebenernya lo itu sedang mengurangi harga diri lo sendiri. Lo tau apa yang mereka sebut tentang orang yang bisanya menusuk dari belakang? Pengecut. Menurut gue, pengecut yang seperti itu sebenernya ngga sedang memakai akal dan taktik. Tetapi sebenernya cuma kelicikan dan rasa takut ketahuan aja. Ayolah, stop chickening. Rendahan tahu.

Juga, kepada orang yang sengaja untuk melakukan tindak jahat.
Ayolah, ngga usah ngerugiin orang dong. Masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Tuhan itu ngasih berkat hanya kepada mereka yang membutuhkan dan mau berusaha. Oke lo kira tindakan lo itu adalah sebuah usaha. Tetapi itu bukan usaha untuk mendapatkan berkat,  sebenernya lo cuma berusaha untuk mendapatkan malapetaka bagi diri lo sendiri. Dan dosanya sepaket. Ngga cuma jahat, tapi juga ngerugiin nama baik orang lain.

***

Ayo kita berhenti jadi orang lain. Karena sebenarnya kita bisa jadi jauh lebih baik daripada orang lain. Tuhan selalu ngasih kesempatan yang sangat besar bagi kita untuk melampaui orang yang terhebat. Berusahalah dan rajin-rajinlah beribadah serta menjalankan perintahnya. Dengan begitu, Tuhan akan mengizinkan agar berkat bisa turun pada diri kita.

Mungkin topeng memang bagus, tetapi diri kita sendiri adalah yang terbaik daripada topeng-topeng tersebut. Karena terlalu lama menggunakan topeng bisa saja membusukkan apa yang ada dibalik topeng tersebut.


That's all.


P.S: actually this entry is still a stub. It is still under construction.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe