Jumat, 10 Juni 2011

Project: OBLIVION

Gue rasa gue masih kekanak-kanakan.
Dan gue butuh seseorang untuk mengatasinya.


Setelah perpisahan, seharusnya semua orang udah siap berpisah. Setelah perpisahan, seharusnya kita ga usah kangen-kangenan lagi sama temen sekolah. Setelah perpisahan, seharusnya ga usah peduliin urusan mantan temen satu sekolah, urusin urusan masing-masing. Setelah perpisahan, tidak usah merasa masih punya ikatan yang sama seperti pada saat masih sekolah bersama-sama. Setelah perpisahan, semuanya harus berpisah.

Itulah yang seharusnya gue pikirkan dan camkan baik-baik dalam diri gue, namun apa daya, gue yang masih kekanak-kanakan ini kurang kuat menghadapinya. Gue masih sering kangen, ngeganggu mantan temen satu sekolah, dan masih merasa punya hubungan, padahal ngga. Yap, intinya gue belum siap menerima perpisahan ini. Tapi, sebagai anak yang sedang grow up, gue harus bisa menerimanya. Untunglah ada seorang teman yang mau menolong gue dalam menghadapi hal ini, yaitu Night.

Pada awalnya kami melakukan beberapa cara yang ternyata tidak memberikan hasil apa-apa. Tapi kami terus berusaha dan mencari cara terbaik agar gue bisa menerima perpisahan. Kata Night, masalah utama dari diri gue adalah, gue terlalu peka dan ingatan gue terlalu kuat. Karenanya saat kami berdua lagi streaming video Kingdom Hearts, tercetuslah suatu ide.

Oblivion.

Oblivion itu apasih? Oblivion, kalau menurut kamus dan google translate artinya adalah pelupaan. Yang mana maksudnya adalah proses melupakan sesuatu. Yeap, ide ini kami dapat saat ngeliat Kingdom Hearts Re: Chain of Memories. Ada sebuah castle, namanya Castle Oblivion, dan semua orang tak diundang yang masuk kedalamnya akan jatuh kedalam pelupaan. 

Ceritanya begini, Sora dan kawan-kawan masuk ke dalam kastil tersebut. Pada saat mereka masuk, mereka sadar ada sesuatu yang hilang dari mereka, dan ternyata itu adalah ingatan mereka. Untuk mengambilnya kembali, mereka harus masuk lebih dalam. Tapi, Lord of the Castle berkata kepada mereka:
"To lose and claim anew, or to claim anew only to lose..." - Marluxia
Yang mana maksudnya, semakin dalam mereka masuk untuk mendapatkan ingatan mereka kembali, akan ada ingatan mereka yang hilang atau tergantikan dengan ingatan yang palsu.

Nah, berdasarkan cerita itu, kami memutuskan untuk melaksanakan Project: OBLIVION. Dimana agar gue bisa menerima perpisahan, gue harus melupakan semua yang bikin gue galau. Semua masa indah dan semua yang penting selama berada di SMA dulu. Awalnya gue agar nervous dan ragu sedikit akan hal ini, tapi Night berkata:
"Oblivion is to accept, to accept is Oblivion" - Night
Akhirnya gue berusaha yakin dengan apa yang kami lakukan.

Dalam proyek ini, Night memberikan gue beberapa kertas yang udah dipotong, bentuknya jadi seperti kartu yang ada di game KH tersebut. Night bilang ke gue kalo dia emang sengaja bentukin begitu biar menarik. Nah, dia serahkan ke gue beberapa kertas atau kartu tersebut. Dia nyuruh gue nulisin hal-hal yang bikin gue galau pada tiap kertas tersebut.

Alhasil, ada 16 kertas yang kami gunakan.

Setelah gue tulis, gue kasih ke Night. Dia menuliskan sesuatu di balik kertas tersebut. Lalu dia mencatat semua yang tertulis di kertas-kertas itu. Lalu, bagaimana cara kerjanya? Cara kerjanya simple. Melupakan apa yang sebenarnya terjadi dan ada, lalu menggantikannya dengan sesuatu yang lain. Replacing Memories.

Contoh:
Di sebuah kartu, gue menuliskan: "Masa-masa indah". Di baliknya, Night menuliskan: "Internetan dan blogging". Jadi begini, sebenarnya yang gue maksudkan dengan "masa-masa indah" adalah masa-masa indah di SMA. Tapi Night sengaja menuliskan "internetan dan blogging". Tujuannya adalah, agar masa-masa indah tersebut digantikan dengan internetan dan blogging yang gue lakukan setiap hari. Yap, gue harus menghafalkan dan membayangkan betul-betul tiap kartu tersebut. Pada saat gue membayangkannya, Night berulang kali membantu gue, sama seperti pada saat pemberian sugesti di acara-acara motivasi.

Setelah itu, kami masuk ke sesi tanya-jawab. Jika Night bertanya sesuatu, gue harus jawab sesuai dengan apa yang tertera di kartu.

Contoh:
- Night: "Apa yang merupakan masa-masa indah bagi lo?"
- Gue: "Internetan dan blogging"

Kami lakukan berulang-ulang kali agar itu semua terekam baik di otak gue. Setelah memakan waktu agak lama, akhirnya Project: OBLIVION berhasil. Gue ngga galau lagi dan gue udah ga bisa inget semua hal tersebut. Yap, seolah-olah gue ga pernah mengalaminya dan ga perlu merasakan apa-apa saat mengingatnya. Semua hal tentang SMA yang bikin gue galau udah ga keinget lagi di otak gue karena sudah terhapus dan tergantikan dengan hal-hal lain yang Night tuliskan di kartu-kartu tersebut.

Well, ini mungkin terdengar konyol namun hal ini bekerja dengan baik. Biarlah ingatan-ingatan gue ada yang hilang, biarlah kenangan dan rasa bahagia yang gue rasakan dulu itu hilang, biarlah gue melupakan saat-saat menyenangkan di SMA. Yang penting gue bisa menerima perpisahan, ngga galau, dan ngga mengganggu mantan temen satu sekolah.

Ehehe, thank you Night. Kau adalah penasihat dan dokterku yang paling hebat. LOLOLOLOL


That's all.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe